Cerita ini dimulai
dari kisah seorang gadis yang masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi
swasta. Gadis ini bernama Syila. Syila adalah gadis yang periang dan selalu
merasakan kebahagiaan dalam dirinya karena Syila saat ini memiliki kekasih yang
begitu menyayanginya. Laki-laki itu bernama Yuda. Selama setengah tahun,
hubungan mereka berdua sangat baik dan dipenuhi dengan canda tawa. Bahkan Yuda
dengan setia menemani Syila kemanapun Syila pergi. Namun, hubungan mereka
berdua tidak berlangsung lama, karena beberapa minggu kemudian Yuda mulai
menunjukkan sikap yang benar-benar membuat Syila kecewa. Syila sempat beberapa
kali mendapat perlakuan yang kasar dari Yuda, baik perlakuan kasar dalam bentuk
perkataan bahkan secara fisik. Setiap kali mereka bertengkar, Yuda akan
mengeluarkan kata-kata yang penuh dengan hinaan. Hal ini membuat Syila sedih
dan sakit hati dengan pacarnya itu. Bukan hanya itu, Yuda bahkan dengan teganya
menendang kaki Syila sehingga membuat Syila sulit untuk berjalan. Tidak
berhenti sampai disitu, Syila lagi-lagi mendapatkan perlakuan yang tidak
menyenangkan dari pacarnya. Ketika bertengkar, Yuda dengan penuh amarah
melemparkan semua barang yang ada di dekatnya ke arah Syila, bahkan Yuda sempat
memukul kaca pada jam dinding sehingga membuat kaca itu berserakan di lantai.
Dan saat Syila berusaha untuk membersihkan kaca yang berserakan tadi, Syila
malah terkena serpihan kaca sehingga telapak kaki Syila robek dan mengeluarkan
banyak darah. Saat itu juga Yuda langsung menghampiri Syila dengan penuh
perasaan cemas ketika melihat kondisi kaki Syila yang sudah dipenuhi dengan
darah. Tidak tinggal diam, Yuda langsung menyuruh Syila untuk membasuh kakinya
dengan air sembari Yuda mencarikan obat untuk Syila.
Kejadian tersebut
benar-benar tidak akan pernah Syila lupakan karena baru kali ini Syila
mendapatkan perlakuan yang kasar dari seorang lelaki. Selain itu, Yuda juga
pernah berkata kepada Syila, “Kalau aku udah main fisik sama kamu, berarti
tandanya aku udah gak sayang lagi sama kamu”. Ternyata ucapan Yuda ini tidak
benar-benar Yuda lakukan. Beberapa bulan setelah kejadian itu, sikap Yuda
tiba-tiba saja berubah. Sekarang ini Yuda menjadi seorang yang dingin, tidak
perhatian lagi dengan Syila, selalu meluapkan amarahnya pada Syila, bahkan Yuda
selalu saja mencari-cari masalah supaya mereka berdua bertengkar. Syila tidak
mengerti apa maksud dari sikap Yuda. Syila merasa sudah melakukan yang terbaik
untuk mempertahankan bahkan berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Yuda.
Namun hal ini terlihat percuma karena Yuda selalu saja memancing keributan di
dalam hubungan mereka berdua. Kemudian tepat 8 hari setelah Syila berulang
tahun, Yuda berkata bahwa ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Syila.
Seketika itu juga Syila menangis dan mengingat bahwa 8 hari yang lalu, Yuda masih menuliskan “Selamat ulang tahun Syila sayang”
di timeline sosial media yang Yuda miliki. Namun delapan
hari setelah Syila berulang tahun,Yuda meminta hubungannya dengan Syila berakhir tanpa alasan yang jelas. Syila mencoba untuk meminta penjelasan dari Yuda, tetapi
Yuda tetap menolak dan tidak ingin memberitahukan alasannya. Hal ini membuat
Syila terpukul dan Syila mencoba untuk meng-iya-kan keinginan Yuda meskipun
hati Syila berkata tidak. Dan disaat itu juga Yuda pergi meninggalkan Syila dan
Yuda tidak lagi menghubungi Syila. Syila berusaha untuk melupakan semua
kenangannya bersama Yuda, namun hal itu sulit untuk Syila lakukan. Setiap Syila
mengingat Yuda, yang terlintas dalam pikiran Syila adalah perlakuan kasar yang
telah Yuda lakukan dan keputusan Yuda yang tiba-tiba ingin mengakhiri hubungan
mereka berdua.
Setelah beberapa minggu Syila putus dengan Yuda,
Syila masih belum bisa melupakan Yuda. Hampir setiap hari Syila menangis dan
mengurung diri di dalam kamar. Sampai kedua orang tua Syila pun merasa khawatir
dengan keadaan Syila. Karena Syila mengetahui bahwa kedua orang tuanya merasa
cemas dengan keadaannya, Syila kemudian bercerita bahwa saat ini Syila tidak
lagi menjalani hubungan dengan Yuda. Namun kedua orang tua Syila tidak terkejut
mendengar kabar yang Syila sampaikan. Mereka malah memberikan semangat kepada
Syila dan berkata bahwa Syila bisa mendapatkan orang yang lebih baik
dibandingkan dengan Yuda. Bahkan suatu hari, ayah Syila tiba-tiba masuk ke
dalam kamar Syila dan berusaha untuk memeluk Syila yang sedang menangis sambil
berkata "Ayah yakin Syila anak yang kuat dan Syila pasti bisa menghadapi
semua ini". Mendengar perkataan ayahnya, air mata Syila semakin deras
mengalir dan Syila tidak bisa menutupi perasaan sedih yang sedang Syila alami.
Setiap malam selama beberapa minggu, Syila masih terus menangis ketika Syila
mengingat semua kenangan yang pernah Syila alami bersama dengan Yuda. Bahkan
saat Syila berada di keramaian, Syila masih saja merasakan sedih dan sepi dalam
dirinya karena sekarang ini tidak ada lagi orang yang menemani Syila. Bukan
hanya itu, kejadian yang Syila alami membuat Syila semakin terpuruk dan merasa
putus asa. Hal ini membuat kondisi tubuh Syila menjadi memburuk, sehingga Syila
terpaksa harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.
Satu bulan kemudian, tiba saatnya Syila kembali
menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswi. Meskipun rasa sakit yang Syila alami
belum sembuh benar, Syila berusaha untuk menyemangati dirinya dan berkata bahwa
Syila mampu menjalani kehidupan tanpa harus dibayang-bayangi oleh Yuda. Namun,
disaat Syila sedang berusaha untuk melupakan Yuda, Syila selalu saja bertemu
dengan Yuda di kampus. Hal ini tidak mungkin Syila hindari karena Syila dan
Yuda berkuliah di kampus yang sama, sehingga Syila akan sering bertemu dengan
Yuda. Walaupun Syila masih merasakan sedih, tetapi Syila berusaha untuk tetap
tersenyum ketika Syila bertemu dengan Yuda. Bukannya mendapatkan respon yang
baik, Yuda seringkali mengabaikan senyuman dan sapaan Syila. Hal ini membuat
Syila semakin sedih dan membuat Syila kecewa. Hubungan yang pada awalnya
terjalin dengan baik, dalam waktu yang singkat dapat berubah menjadi hubungan
yang penuh dengan kebencian. Entah apa yang harus Syila lakukan untuk
memperbaiki hubungannya, Syila sudah berusaha mengajak Yuda bertemu dan
membicarakan mengenai permasalahan yang mereka alami. Namun Yuda dengan
mudahnya menolak ajakan Syila dan benar-benar menjauhi Syila. Untuk menghubungi
Syila dan menanyakan kabar Syila pun, Yuda enggan untuk melakukannya. Bahkan
tidak lama setelah hubungan Syila dan Yuda berakhir, Yuda sudah mendekati
perempuan lain dan perempuan itu berkuliah di kampus yang sama dengan Syila dan
Yuda. Hal ini membuat Syila kembali menangis dan semakin terpuruk. Semakin
hari, Syila menjadi anak yang lebih senang sendiri dan berdiam diri. Untuk
berkumpul bersama teman-temannya pun, Syila kadang menolak dan lebih memilih
untuk menghabisan waktu di rumah.
Setelah putus dari Yuda dan mulai bisa menerima
bahwa Yuda saat ini sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain. Syila
berusaha untuk kembali bangkit dan menganggap semua yang Syila pernah alami
sebagai sebuah pengalaman yang mungkin dapat memotivasi Syila untuk menjadi
perempuan yang lebih baik. Namun hal ini sangat sulit untuk dilakukan karena
sesungguhnya Syila masih menyayangi Yuda. Walaupun begitu Syila akan tetap
berusaha untuk memaafkan dan melupakan semua kesalahan yang telah Yuda perbuat.
Hal ini dilakukan Syila supaya suatu hari nanti hubungan Syila dan Yuda akan
menjadi lebih baik, meskipun Syila dan Yuda sudah menjalani kehidupannya
masing-masing. Dan Syila berharap, Yuda akan tetap menjadi masa lalunya dan
tidak akan pernah menjadi masa depan untuk Syila karena perpisahan dengan Yuda
memberikan banyak pelajaran bagi Syila. Pelajaran dimana Syila mampu menjadi
perempuan yang kuat, sabar, dan mampu menerima bahkan memaafkan segala
perbuatan yang mungkin orang lain lakukan kepada Syila. (end)
"Segala hal
yang terjadi dalam hidup kita terkadang menyakitkan, tapi marilah kita belajar untuk
melupakan kesakitan yang kita alami. Belajarlah untuk tersenyum dan jangan
mengeluh bahwa hidup kalian itu tidak indah. Karena keindahan dan kebahagian
dapat kita peroleh dengan cara menerima hidup kita secara positif"
Oleh : Nurain Endah K.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar