IKLAN

Jumat, 19 Agustus 2016

KESEDIHAN




Cerita ini dimulai dari kisah seorang gadis yang masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta. Gadis ini bernama Syila. Syila adalah gadis yang periang dan selalu merasakan kebahagiaan dalam dirinya karena Syila saat ini memiliki kekasih yang begitu menyayanginya. Laki-laki itu bernama Yuda. Selama setengah tahun, hubungan mereka berdua sangat baik dan dipenuhi dengan canda tawa. Bahkan Yuda dengan setia menemani Syila kemanapun Syila pergi. Namun, hubungan mereka berdua tidak berlangsung lama, karena beberapa minggu kemudian Yuda mulai menunjukkan sikap yang benar-benar membuat Syila kecewa. Syila sempat beberapa kali mendapat perlakuan yang kasar dari Yuda, baik perlakuan kasar dalam bentuk perkataan bahkan secara fisik. Setiap kali mereka bertengkar, Yuda akan mengeluarkan kata-kata yang penuh dengan hinaan. Hal ini membuat Syila sedih dan sakit hati dengan pacarnya itu. Bukan hanya itu, Yuda bahkan dengan teganya menendang kaki Syila sehingga membuat Syila sulit untuk berjalan. Tidak berhenti sampai disitu, Syila lagi-lagi mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pacarnya. Ketika bertengkar, Yuda dengan penuh amarah melemparkan semua barang yang ada di dekatnya ke arah Syila, bahkan Yuda sempat memukul kaca pada jam dinding sehingga membuat kaca itu berserakan di lantai. Dan saat Syila berusaha untuk membersihkan kaca yang berserakan tadi, Syila malah terkena serpihan kaca sehingga telapak kaki Syila robek dan mengeluarkan banyak darah. Saat itu juga Yuda langsung menghampiri Syila dengan penuh perasaan cemas ketika melihat kondisi kaki Syila yang sudah dipenuhi dengan darah. Tidak tinggal diam, Yuda langsung menyuruh Syila untuk membasuh kakinya dengan air sembari Yuda mencarikan obat untuk Syila.
Kejadian tersebut benar-benar tidak akan pernah Syila lupakan karena baru kali ini Syila mendapatkan perlakuan yang kasar dari seorang lelaki. Selain itu, Yuda juga pernah berkata kepada Syila, “Kalau aku udah main fisik sama kamu, berarti tandanya aku udah gak sayang lagi sama kamu”. Ternyata ucapan Yuda ini tidak benar-benar Yuda lakukan. Beberapa bulan setelah kejadian itu, sikap Yuda tiba-tiba saja berubah. Sekarang ini Yuda menjadi seorang yang dingin, tidak perhatian lagi dengan Syila, selalu meluapkan amarahnya pada Syila, bahkan Yuda selalu saja mencari-cari masalah supaya mereka berdua bertengkar. Syila tidak mengerti apa maksud dari sikap Yuda. Syila merasa sudah melakukan yang terbaik untuk mempertahankan bahkan berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Yuda. Namun hal ini terlihat percuma karena Yuda selalu saja memancing keributan di dalam hubungan mereka berdua. Kemudian tepat 8 hari setelah Syila berulang tahun, Yuda berkata bahwa ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Syila. Seketika itu juga Syila menangis dan mengingat bahwa 8 hari yang lalu, Yuda masih menuliskan “Selamat ulang tahun Syila sayang” di timeline sosial media yang Yuda miliki. Namun delapan hari setelah Syila berulang tahun,Yuda meminta hubungannya dengan Syila berakhir tanpa alasan yang jelas. Syila mencoba untuk meminta penjelasan dari Yuda, tetapi Yuda tetap menolak dan tidak ingin memberitahukan alasannya. Hal ini membuat Syila terpukul dan Syila mencoba untuk meng-iya-kan keinginan Yuda meskipun hati Syila berkata tidak. Dan disaat itu juga Yuda pergi meninggalkan Syila dan Yuda tidak lagi menghubungi Syila. Syila berusaha untuk melupakan semua kenangannya bersama Yuda, namun hal itu sulit untuk Syila lakukan. Setiap Syila mengingat Yuda, yang terlintas dalam pikiran Syila adalah perlakuan kasar yang telah Yuda lakukan dan keputusan Yuda yang tiba-tiba ingin mengakhiri hubungan mereka berdua.
Setelah beberapa minggu Syila putus dengan Yuda, Syila masih belum bisa melupakan Yuda. Hampir setiap hari Syila menangis dan mengurung diri di dalam kamar. Sampai kedua orang tua Syila pun merasa khawatir dengan keadaan Syila. Karena Syila mengetahui bahwa kedua orang tuanya merasa cemas dengan keadaannya, Syila kemudian bercerita bahwa saat ini Syila tidak lagi menjalani hubungan dengan Yuda. Namun kedua orang tua Syila tidak terkejut mendengar kabar yang Syila sampaikan. Mereka malah memberikan semangat kepada Syila dan berkata bahwa Syila bisa mendapatkan orang yang lebih baik dibandingkan dengan Yuda. Bahkan suatu hari, ayah Syila tiba-tiba masuk ke dalam kamar Syila dan berusaha untuk memeluk Syila yang sedang menangis sambil berkata "Ayah yakin Syila anak yang kuat dan Syila pasti bisa menghadapi semua ini". Mendengar perkataan ayahnya, air mata Syila semakin deras mengalir dan Syila tidak bisa menutupi perasaan sedih yang sedang Syila alami. Setiap malam selama beberapa minggu, Syila masih terus menangis ketika Syila mengingat semua kenangan yang pernah Syila alami bersama dengan Yuda. Bahkan saat Syila berada di keramaian, Syila masih saja merasakan sedih dan sepi dalam dirinya karena sekarang ini tidak ada lagi orang yang menemani Syila. Bukan hanya itu, kejadian yang Syila alami membuat Syila semakin terpuruk dan merasa putus asa. Hal ini membuat kondisi tubuh Syila menjadi memburuk, sehingga Syila terpaksa harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.
Satu bulan kemudian, tiba saatnya Syila kembali menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswi. Meskipun rasa sakit yang Syila alami belum sembuh benar, Syila berusaha untuk menyemangati dirinya dan berkata bahwa Syila mampu menjalani kehidupan tanpa harus dibayang-bayangi oleh Yuda. Namun, disaat Syila sedang berusaha untuk melupakan Yuda, Syila selalu saja bertemu dengan Yuda di kampus. Hal ini tidak mungkin Syila hindari karena Syila dan Yuda berkuliah di kampus yang sama, sehingga Syila akan sering bertemu dengan Yuda. Walaupun Syila masih merasakan sedih, tetapi Syila berusaha untuk tetap tersenyum ketika Syila bertemu dengan Yuda. Bukannya mendapatkan respon yang baik, Yuda seringkali mengabaikan senyuman dan sapaan Syila. Hal ini membuat Syila semakin sedih dan membuat Syila kecewa. Hubungan yang pada awalnya terjalin dengan baik, dalam waktu yang singkat dapat berubah menjadi hubungan yang penuh dengan kebencian. Entah apa yang harus Syila lakukan untuk memperbaiki hubungannya, Syila sudah berusaha mengajak Yuda bertemu dan membicarakan mengenai permasalahan yang mereka alami. Namun Yuda dengan mudahnya menolak ajakan Syila dan benar-benar menjauhi Syila. Untuk menghubungi Syila dan menanyakan kabar Syila pun, Yuda enggan untuk melakukannya. Bahkan tidak lama setelah hubungan Syila dan Yuda berakhir, Yuda sudah mendekati perempuan lain dan perempuan itu berkuliah di kampus yang sama dengan Syila dan Yuda. Hal ini membuat Syila kembali menangis dan semakin terpuruk. Semakin hari, Syila menjadi anak yang lebih senang sendiri dan berdiam diri. Untuk berkumpul bersama teman-temannya pun, Syila kadang menolak dan lebih memilih untuk menghabisan waktu di rumah.
Setelah putus dari Yuda dan mulai bisa menerima bahwa Yuda saat ini sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain. Syila berusaha untuk kembali bangkit dan menganggap semua yang Syila pernah alami sebagai sebuah pengalaman yang mungkin dapat memotivasi Syila untuk menjadi perempuan yang lebih baik. Namun hal ini sangat sulit untuk dilakukan karena sesungguhnya Syila masih menyayangi Yuda. Walaupun begitu Syila akan tetap berusaha untuk memaafkan dan melupakan semua kesalahan yang telah Yuda perbuat. Hal ini dilakukan Syila supaya suatu hari nanti hubungan Syila dan Yuda akan menjadi lebih baik, meskipun Syila dan Yuda sudah menjalani kehidupannya masing-masing. Dan Syila berharap, Yuda akan tetap menjadi masa lalunya dan tidak akan pernah menjadi masa depan untuk Syila karena perpisahan dengan Yuda memberikan banyak pelajaran bagi Syila. Pelajaran dimana Syila mampu menjadi perempuan yang kuat, sabar, dan mampu menerima bahkan memaafkan segala perbuatan yang mungkin orang lain lakukan kepada Syila. (end)
 
"Segala hal yang terjadi dalam hidup kita terkadang menyakitkan, tapi marilah kita belajar untuk melupakan kesakitan yang kita alami. Belajarlah untuk tersenyum dan jangan mengeluh bahwa hidup kalian itu tidak indah. Karena keindahan dan kebahagian dapat kita peroleh dengan cara menerima hidup kita secara positif"

Oleh : Nurain Endah K.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar